Ringkasan Pengertian Asuransi Konvensional Dan Manfaatnya

Ringkasan definisi atau pengertian asuransi konvensional yang dilengkapi dengan manfaat maupun prinsipnya. Dalam kehidupan ini kita tidak akan pernah tahu secara pasti apa saja yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Karena masa yang akan datang selalu dipenuhi dengan hal-hal ketidakpastian, misalnya resiko-resiko yang merugikan dapat terjadi kepada siapa saja, misalnya seperti datangnya resiko kerusakan atau musibah yang tidak diinginkan. Atau resiko yang dapat terjadi dalam bisnis seperti resiko kerusakan, kehilangan, terjadinya kerugian dan lain-lain. Tentunya resiko tersebut harus di tanggulangi, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Maka diperlukan sesuatu yang harus menanggung resiko tersebut salah satunya seperti asuransi. Saat ini asuransi semakin berkembang pesat, seperti ada jenis asuransi konvensional dan syariah. Tapi dalam kesempatan ini kita akan memahami bersama-sama mengenai asuransi konvensional, yang dimana penjelasannya dapat dipahami pada tulisan ini.

A. Apa Yang Dimaksud Asuransi Konvensional?

Yang dimaksud asuransi konvensional adalah suatu jenis asuransi yang berdasarkan kepada jual-beli, sehingga dapat dikatakan asuransi konvensional berbeda dengan asuransi syariah. Asuransi jenis ini dapat dikatakan asuransi yang berdasarkan pada investasi dana yang bebas dengan menggunakan aturan dan prinsip tertentu. Asuransi konvensional ini mengembangkan misi perusahaan yaitu ekonomi dan juga sosial. Setiap perusahaan-perusahaan asuransi memiliki kebijakan-kebijakan sendiri, yang menyangkut kesejahteraan para nasabahnya dan tentunya berbagai kebijakan tersebut harus di patuhi dan di sepakati bersama-sama.

Ada berbagai macam yang bisa diasuransikan diantaranya seperti jiwa, kesehatan, pendidikan, kepemilikan sesuatu, dan lain-lain. Setiap nasabah asuransi akan membayar premi asuransi yang telah di tentukan dan di sepakati setiap jangka waktu tertentu. Ada juga petugas asuransi yang mendatangi rumah nasabah, hal ini sebagai bentuk layanan untuk menagih pembayaran angsuran asuransi para nasabahnya, sehingga dapat memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran angsuran asuransi, jadi nsabah tidak perlu mendatangi kantor perusahaan asuransi tersebut. (Baca juga secara lengkap: Pengertian asuransi jiwa dan manfaatnya lengkap).

B. Prinsip-Prinsip Asuransi

Adapun prinsip-prinsip yang ada pada asuransi, diantaranya sebagai berikut ini:

a. Kepentingan Yang Dipertanggungkan (Insurable Interest)

Merupakan prinsip yang berkaitan dengan hak hukum dalam mempertanggungjawabkan resiko yang berhubungan dengan keuangan perusahaan yang menyediakan asuransi pastinya perusahaan asuransi akan selalu mengelola keuangan, hukum tersebut harus sah dan bisa dipertanggungjawabkan. Maka jika akan memilih perusahaan asuransi maka kita harus lihat dahulu reputasi perusahaan asuransinya.

definisi asuransi konvensional

Apa itu asuransi konvensional?

b. Itikad Baik (Utmost good faith)

Petugas asuransi perlu memberikan penjelasan yang lengkap tentang produk asuransinya maupun aturan-aturan yang perlu di taati oleh para calon nasabah sehingga para nasabah nantinya dapat mengerti mengenai hak maupun kewajibannya jika mengikuti program asuransi tersebut. Dapat dikatakan juga sebagai tindakan dari pihak calon nasabah maupun perusahaan asuransi untuk mengungkapkan secara jelas dan lengkap mengenai semua fakta-fakta sesuatu yang nantinya akan diasuransikan, baik itu data yang diminta maupun yang tidak diminta semuanya harus di ungkapkan secara jelas dan lengkap.

c. Ganti Rugi (Indemnity)

Merupakan mekanisme yang dimana penanggung dalam memberikan kompensasi terhadap hal yang menimpa tertanggung dengan menggunakan ganti rugi secara finansial, mekanisme ini dilakukan secara tunai, penggantian perbaikan maupun pembangunan kembali. Atau dapat dikatakan jika obyek yang diasuransikan terkena kerugian atau musibah maka pihak penanggung akan memberikan ganti rugi untuk mengembalikan obyek menjadi sama sebelum terjadi kerugian.

d. Kontribusi (Contribution)

Merupakan dimana pihak penanggung mengajak pihak penanggung lain yang berkepentingan sama untuk menanggung pembayaran sesuatu atau ganti rugi kepada pihak tertanggung lain.

e. Sebab-Akibat (Proximate Cause)

Yaitu peristiwa yang berantai disebabkan satu peristiwa. Dapat dikatakan penyebab utama yang paling awal/jika terjadi peristiwa yang berantai maka harus dicari suatu kepastian yang menjadi penyebab mana yang menimbulkan kerugian tersebut.

f. Perwalian (Subrogation)

Merupakan pengalihan hak pihak tertanggung kepada pihak penanggung, sesudah memberi ganti rugi/klaim bayar pada pihak tertanggung. Misalnya perusahaan asuransi yang akan mengambil hak tuntut pihak tertanggung yang menjadi nasabah saat telah terjadi penggantian asuransi. Jadi nasabah asuransi memberikan hak tuntutannya kepada perusahaan asuransi.

C. Fungsi Dari Asuransi

Adapun fungsi asuransi seperti misalnya seperti untuk Transfer Resiko, maksudnya dengan membayar premi asuransi maka nasabah atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atau resiko yang dapat terjadi pada hidup ataupun harta-bendanya ke pihak perusahaan asuransi. Lalu fungsi lainnya dari kumpulan data premi yang diterima akan dihimpun oleh pihak perusahaan asuransi yang akan menjadi dana untuk membayar ketidakpastian atau resiko yang nantinya bisa saja dapat terjadi kepada nasabahnya. (Baca juga: Pengertian premi asuransi dan fungsinya serta komponennya).

D. Beberapa Manfaat Asuransi

Dari pembahasan-pembahasan tersebut maka dapat diambil manfaat asuransi secara umum diantaranya:

a. Untuk membantu mengelola keuangan

Dengan membayar asuransi maka kita dapat mengatur keuangan kita, karena dengan membayar premi asuransi itu wajib bagi yang mengikuti program asuransi. Nantinya uang yang telah di investasikan akan mendapatkan jaminan pengembalian saat kontrak berakhir.

b. Dapat memberikan ketenangan

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa masa yang akan datang penuh dengan hal ketidakpastian, dan mungkin saja ada resiko-resiko yang sifatnya merugikan kita. Maka asuransi dapat memberikan setidaknya perlindungan jika resiko tersebut terjadi pada kita atau keluarga kita, sehingga resiko tersebut tidak menimbulkan kerugian terlalu besar.

c. Menjamin Perlindungan Dari Resiko Kerugian

Asuransi tentunya memberikan jaminan kepada para nasabahnya, salah satunya jika terjadi kerugian, misalnya kerugian akibat kerusakan, kehilanga, kecelakaan, dan lain-lain, maka asuransi dapat memberikan perlindungan setidaknya meminimalisir atau memperkecil kerugian tersebut. Banyak sekali program-program asuransi yang dapat membantu hidup kita dimasa yang akan datang. Pastinya setiap perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan kepada para nasabahnya dari berbagai resiko yang dapat merugikan nasabahnya.

Itulah beberapa manfaat yang bisa di dapatkan dari asuransi, masih banyak manfaat lainnya misalnya seperti membuat hidup menjadi lebih efesien, mempermudah mendapatkan pinjaman dana, asuransi dapat menjadi tabungan seperti pada asuransi jiwa dan lain-lain.

Demikian tulisan yang memberikan penjelasan tentang pengertian asuransi konvensional dan manfaat-manfaat yang bisa di dapatkan. Semoga tulisan ini bermanfaat, jika ada kekurangan ataupun kesalahan dalam tulisan ini mohon di maafkan, sekian dan terimakasih telah membacanya.

Bagikan: Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest

Tags: Pengertian Umum

Related Post "Ringkasan Pengertian Asuransi Konvensional Dan Manfaatnya"

Pahamilah Pengertian Karangan Dan Jenisnya Lebih Jelas
Pahamilah pengertian karangan pada tulisan yang singkat
Berikut Pengertian Kalimat Dan Contohnya Lengkap Secara Umum
Pengertian kalimat dan contohnya secara umum. Yang
Memahami Pengertian Sketsa Dan Contohnya Dilengkapi Fungsinya
Mari kita pahami tentang pengertian sketsa dan
Pengertian Diksi Dan Contohnya Maupun Jenisnya
Inilah pengertian diksi dan contohnya maupun jenisnya