Metamorfosis Jangkrik dan Penjelasannya di Setiap Fase

Mengenal tahapan metamorfosis jangkrik dari telur hingga dewasa. Metamorfosis merupakan suatu perubahan fisi yang terjadi pada hewan atau serangga dari telur hingga dewasa, dan hal ini terjadi pada serangga jangkrik.

Mengenal Jangkrik

Jangkrik adalah jenis serangga yang bisa melompat seperti belalang, memiliki sayap, bermata bulat, kaki belakang lebih besar dan panjang dari kaki depan serta yang jantan bisa mengeluarkan suara. 

Jangkrik mengalami metamorfosis tidak sempurna, jadi bentuk fisik saat baru menetas dari telur tidak jauh berbeda ketika dewasa, atau dalam fase metamorfosisnya tidak mengalami fase kepompong.

Janis jangkrik beragam ada yang berbadan agak besar, kecil, ada yang pendek, yang bersayap dan ada tanpa sayap. Jangkrik termasuk serangga yang aktif di malam hari dan termasuk omnivora. Sebagian besar jangkrik suka memakan daun tumbuhan dan terdapat sekitar 900 spesies yang tersebar di dunia.

Saat ini jangkrik merupakan serangga yang sudah bisa di budidayakan, banyak orang menjadikan jangkrik sebagai pakan hidup untuk hewan lain, seperti pakan burung, pakan reptil, pakah ikan predator dan sebagainya.

Tahapan Metamorfosis Jangkrik

Secara umum jangkrik mengalami tiga fase metamofosis, mulai dari telur, nimfa, hingga imago atau fase dewasa dan sempurna.

Tahapan Metamorfosis Jangkrik
Metamorfosis Jangkrik

1. Telur

Setelah beberapa saat terjadi perkawinan antara jangkrik jantan dan betina, jangkrik betina akan akan bertelur dalam jumlah yang cukup banyak. Sang betina akan mengeluarkan kurang lebih  100 butir telur selama hidupnya.

Selanjutnya jangkrik betina akan mencari tempat yang tepat dan aman untuk meletakan telur-telurnya, biasanya tempat yang disukai untuk menyimpan telurnya seperti tempat lembab dalam tanah yang bisekitarnya ditumbuhi tanaman.

Telur akan disimpan di dalam tanah dengan dengan kedalaman sekitar setengah inci, dan telur jangkrik akan menetas setal 14 hari. Tidak semua telur menetas menjadi larva, sebagian ada yang gagal menetas atau mati karena berbagai faktor. Larva jangkrik yang mendapatkan makan lah yang mampu bertahan hidup untuk menuju fase berikutnya.

BACA: Metamorfosis Kecoa dan Tahapan-Tahapannya

2. Nimfa

Tahapan metamorfosis jangkrik selanjutnya yaitu Nimfa. Setelah telur menetas maka jangkrik memasuki fase nimfa, meskipun wujudnya sama dengan jangkrik dewasa, nimfa memiliki tubuh kecil. Saat fase ini jangkrik belum memiliki sayap, dan tidak semua jangkrik juga bisa melewati fase ini karena sebagian akan mati karena beberapa faktor seperti faktor lingkungan hingga kekurangan makanan.

Nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali hingga kulitnya yang lunak menjadi agak keras. Pada fase ini terjadi pergantian kulit bisa mencapai sepuluh kali. Waktu yang dibutuhkan nimfa untuk melakukan pergantia kulit sekitar satu bulan dan lalu sayap mulai tumbuh.

3. Imago

Jangkrik yang melewati fase nimfa akan menjadi jangkrik dewasa dan sempurna, sayap-pun tumbuh dan organ lainnya sudah berfungsi. Jangkrik betina sudah bisa melakukan reproduksi sedangkan yang jantan sudah bisa mengeluarkan suara. Biasanya suara yang dikeluarkan pejantan untuk menarik perhatian jangkrik betina.

BACA: Metamorfosis Capung dan Setiap Tahapannya

Jangkrik dewasa bisa hidup kurang lebih dua bulan, dalam metamorfosisnya jangkrik memerlukan waktu sekitar tiga bulan hingga mencapai fase dewasa atau fase imago.

Demikian pembahasan mengenai fase atau tahapan metamorfosis jangkrik, semoga pembahasan singkat ini bermanfaat dalam menambah wawasan kamu. Jika ada kesalahan mohon di maafkan cukup sekian dan terimakasih.