Komunikasi Nonverbal adalah: Contoh dan Fungsinya

Komunikasi nonverbal adalah suatu bentuk komunikasi yang sering digunakan setiap orang tapi tanpa di sadari. Terdapat dua jenis komunikasi yaitu secara verbal dan secara nonverbal, keduanya sering digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Komunikais Non Verbal

Komunikasi nonverbal adalah cara penyampaian pesan tidak melalui ungkapan kata-kata. Komunikais ini biasanya menggunakan ekspresi, kontak mata hingga gerakan isyarat. Singkatnya pengertian nonverbal adalah jenis komunikasi non-lisan, salah satunya dengan cara isyarat.

Dalam aktivitas sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi nonverbal, tanpa kita sadari kita sering melakukan gerakan isyarat, dan komunikasi nonverbal ini berguna untuk menunjang skill komunikasi dimanapun terutama di dunia kerja.

komonikasi nonverbal adalah
Shutterstock

Pengertian Komunikasi Non Verbal Menurut Ahli

Adityawarman (2000) mengartikan komunikasi nonverbal merupakan suatu komunikasi yang tidak memakai kata-kata.

Resberry (2004) mengungkapkan bahwa komunikasi nonverbal merupakan tindakan maupun prilaku manisa yang mempunyai suatu makna.

Judy Pearson,dkk. mengartikan bahwa komunikasi nonverbal adalah proses penggunaan pesan tidak dengan kata-kata yang menimbulkan suatu makna.

K.Floyd (2009) menyebutkan komunikasi nonverbal yaitu sebuah perilaku dan karakteristik yang mengirimkan makna tidak menggunakan kata-kata.

BACA: Pengertian Media Komunikasi dan Fungsinya

4 Contoh Komunikasi Non Verbal

1. Ekspresi wajah

Salah satu contoh komunikasi nonverbal adalah ekspresi wajah karena bisa memberikan beragam informasi kepada orang lain hanya dengan ekspresi.

Misalnya saat kita senang dengan perilaku lawan bicara atau senang mendengar informasi yang disampaikannya kita bisa tersenyum, senuman tersebut menjukan betapa menariknya cerita lawan bicara kita.

Ekspresi wajah juga dapat memberikan gambaran mood kita kepada orang lain, oleh sebab itu ekspresi wajah menjadi hal yang paling utama saat memulai pembicaraan.

2. Gestur

Selanjutnya gestur tubuh menjadi jenis komunikais nonlisan yang sering digunakan banyak orang. Contohnya seperti menunjuk, melambaikan tangan, dan sebaginya.

Gestur tubuh sering juga menjadi tambahan komunikasi saat kita melakukan komunikasi lisan, hal ini bisanya tidak di sadari.

Dengan memanfaatkan gestur tubuh saat berkomunikasi lisan, bisa membantu dalam menyampaikan informasi secara lebih baik.

3. Penampilan

Bentuk komuniksi nonverbal selanjutnya yaitu penmpilan, karena penampilan dapat memberikan kesan kepada orang lain.

Penampilan dapat menimbulkan reaksi penilaian terhadap orang lain, penampilan juga dapat memberikan kesan terutama saat pertama kali bertemu orang lain.

Orang lain akan menyimpulkan informasi kita yang paling pertama dari segi penampilan. Penampilan juga setiap orang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh keadaan sosial dan budaya.

4. Tatapan / Kontak Mata

Tatapan mata dapat memberikan gambaran menganai sikap atau maksud kita kepada orang lain, dengan cara melihat, menatap, berkedip dapat memberikan informasi pada orang lain.

Saat terjadi kontak mata, seseorang dapat memberikan gambaran apakah lawan bicara memperhatikannya atau tidak saat menyampaikan informasi.

Beberapa konteks juga menyebutkan kontak mata sering menumbuhkan perasaan yang kuat, terutama saat mendekata lawan jenis.

BACA: Pengertian Ilmu Komunikasi

Fungsi komunikasi Nonverbal

1. Mangungkapkan emosi

Fungsi komunikasi nonverbal salah satunya untuk mengungkapkan emosi, supaya lawan bicara dapat memahami sesorang dengan baik, maka saat berkomunikais secara lisan selalu diiringi komunikasi nonverbal supaya menegaskan emosi dan sungguh-sunggu bisa di pahami.

3. Mempengaruhi orang lain

Komunikasi nonverbal dapat mempengaruhi orang lain, saat kita memberikan informasi secara lisan dibarengi komunikasi nonverbal maka pesan yang tersampaikan bisa sampai ke alam bawah sadar lawan bicara.

3. Efektif

Dapat meningkatkan kemampuan komunikasi secara lebih efektif, karena semakin efektif suatu komunikasi maka semakin mudah diterima dan dipahami lawan bicara.

4. Solusi hambatan saat berbahasa

Fungsi komunikasi nonverbal selanjutnya sebagai solusi saat mengalami hambatan keterbatasan berbahasa. Misalnya saat melambaikan tangan bisa diartikan “Hai”, “halo”, atau “Apa Kabar”. Dengan melambaikan tangan juga seseorang bisa mengerti maksud yang disampaikan.