Percetakan Sablon Digital: Jenis, Proses, Kelebihan, Biaya Cetak

Teknik percetakan sablon digital pada pakaian makin berkembang pesat seiring perkembangan zaman dan teknologi. Teknik mencetak untuk kebutuhan industri ini tidak perlu lagi membuat pola desain ke layar. Sudah ada teknik dan mesin khusus untuk mencetak sablon yang lebih praktis dengan hasil yang lebih sempurna.

Terlebih lagi, minat akan kaos sablon dengan desain kustom di Indonesia cukup tinggi. Ini merupakan peluang yang sangat bagus sebagai preferensi usaha. Bagi Anda yang ingin memulai usaha ini, penting untuk mengetahui informasi tentang jenis-jenis teknik sablon digital.

Berikut penjelasan empat metode terpopuler yang banyak digunakan, lengkap dengan informasi proses, kelebihan, dan harganya.

Percetakan Sablon Digital
gambar: berkaos.com

Jenis-jenis Percetakan Sablon Digital Terpopuler untuk Bisnis Kaos

1. Sublimasi

Metode sublimasi adalah yang paling sering dicoba pebisnis pemula dengan modal minim. Sablon sublimasi merupakan teknik sablon digital yang memanfaatkan printer sublim, transfer paper, dan mesin heatpress.

Prosesnya bermula dari mencetak gambar terlebih dahulu di atas kertas transfer paper melalui printer sublim. Kemudian, cetakan hasil desain dipindahkan ke media kaos menggunakan mesin heatpress.
Hasil gambar akan sangat bagus jika ditransfer ke media kaos berbahan polyester, sedangkan ke bahan katun warnanya tampak pudar. Meski begitu, Anda bisa saja mendapatkan hasil gambar sablon lebih cerah asalkan kaos memiliki unsur polyester di atas 60%.

Selain itu, tekstur sablon sublimasi rata atau menyerap ke dalam bahan kaos. Untuk biaya print gambar berukuran A4 teknik sablon sebesar Rp7 ribu yang belum dijumlahkan dengan harga jasa dan kaos.

Kelebihan

  • Dapat dicetak di berbagai media selain kain, seperti topi, mug, piring, dan asbak

Kekurangan

  • Harus menggunakan perantara untuk mendapatkan hasil gambar
  • Hasil sablon yang bagus harus dicetak di media berwarna putih
  • Kurang bagus jika di print di kaos yang tinggi serat katun

2. DTG (Direct to Garment)

Berbeda dengan jenis percetakan sablon digital sebelumnya, DTG dapat dicetak langsung dengan mesin printer khusus. Metode DTG lebih cocok diterapkan di bahan katun.

Untuk prosesnya terbilang cukup panjang karena harus melalui proses coating sebelum dan sesudah dicetak. Meskipun begitu, DTG lebih ramah dengan kaos berwarna. Harga order percetakan ukuran A4 pun lebih mahal dibandingkan sublimasi, yakni Rp 15ribu. Namun masih bisa lebih murah jika dicetak di kaos putih.

Kelebihan

  • Desain bisa ditransfer langsung di kaos katun
  • Tidak memerlukan perantara
  • Dapat dicetak di semua warna

Kekurangan

  • Memiliki proses sablon lebih lama karena harus dilakukan coating dua kali

3. DTF (Digital Transfer Film)

Percetakan sablon digital selanjutnya juga menggunakan perantara dalam mentransfer gambar ke media kain, yakni dikenal sebagai DTF. Bedanya, metode ini tidak memerlukan proses coating yang merepotkan seperti DTG.

Proses sablon dengan teknik DTF diawali dengan mencetak hasil desain ke kertas transfer film. Setelah jadi, taburi bubuk lem pada seluruh bagian desain cetak. Berikutnya, dimasukkan ke dalam mesin oven untuk mengkristalkan bubuk lem. Hasil transfer film dengan bubuk lem yang sudah mengkristal dapat disimpan hingga sebulan atau langsung ditransfer menggunakan mesin DTF.

Per satuan gambar DTF sablon biasanya dihargai Rp10 ribu belum termasuk biaya kaos dan jasa percetakan.

Kelebihan

  • Bisa diterapkan di media kain apa pun, seperti jeans, tote bag, topi hingga sepatu
  • Tidak perlu di coating
  • Dapat dicetak di kaos berwarna
  • Hasil desain dapat disimpan hingga berhari-hari atau dijual secara terpisah sebagai income tambahan

Kekurangan

  • Harus menggunakan media perantara transfer film
  • Menggunakan bahan tambahan lem yang memakan biaya

4. Polyflex Printable

Percetakan sablon digital lain yang kerap digunakan untuk berbisnis kaos adalah PP (Polyflex Printable). Teknik ini menggunakan mesin printing berbasis tinta eco solvent di atas kertas khusus polyflex printing dengan dasar berwarna putih.

Ada 4 tahap proses yang dilalui, yakni printing, cutting, masking, dan pressing. Teknik ini akan menghasilkan sablon yang lebih bagus dibandingkan ketiga teknik sebelumnya, sehingga harga print per A4 mencapai Rp20 ribu.

Kelebihan

  • Hasil sablon tidak mudah pecah atau rusak serta memiliki tampilan gambar dengan warna sempurna
  • Dapat digunakan untuk bahan katun dan polyester

Kekurangan

  • Memerlukan proses cutting sehingga harganya lebih mahal

Untuk kebutuhan kaos distro, teknik DTG, DTF, dan PP lebih disarankan. Sementara itu, sublimasi lebih cocok untuk sablon kaos olahraga seperti jersey.

Semoga informasi percetakan sablon digital ini dapat membantu Anda yang ingin memulai usaha kaos printing.

Bagikan Ke: