Tumbuhan Dikotil adalah: Pengertian, Ciri Umum, Struktur, dan Contohnya Sekitar Kita

Posted on

Berikut ini pengertian tumbuhan dikotil adalah: serta ciri-cirinya, struktur jaringan daun, batang, akar, dan dilengkapi dengan beberapa contoh tumbuhan dikotil yang ada di sekitar kita. Di bumi ini banyak sekali jenis-jenis tumbuhan, di mulai yang masih lestari hingga saat ini dan yang sudah lama punah, ada yang berbiji dan ada juga yang tidak. Pada dasarnya ada dua kategori tumbuhan biji yaitu gymnospermae (berbiji terbuka) dan angiospermae (berbiji tertutup). Pada kesempatan kali ini kita akan memahami tentang tumbuhan dikotil, berikut penjelasannya.

A. Apa Pengertian Tumbuhan Dikotil?

Yang dimaksud dengan Tumbuhan Dikotil adalah jenis tumbuhan yang mempunyai ciri utama berbunga dan bijinya berkeping dua. Pada umumnya biji yang dimiliki Tumbuhan dikotil dilindungi oleh daun, bunga, ataupun buah. Tumbuhan jenis ini mempunyai sepasang daun Lembaga yang disebut dengan istilah “Kotiledon”. Daun Kotiledon ini sudah terbentuk pada saat tahapan biji, oleh karena itu biji dikotil tersebut mudah terbelah menjadi dua terutama saat mulai tumbuh. Beberapa informasi menyebutkan bahwa Sebagian besar tumbuhan yang ada di sekitar kita berjenis dikotil karena jumlahnya di dunia hampir mencapai 200 ribu spesies yang terbagi kedalam beberapa kelompok berbeda.

contoh tumbuhan dikotil adalah
Sumber gambar: pixabay.com

B. Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

Adapun beberapa ciri-ciri tumbuhan dikotil yang bisa kamu ketahui, antara lain:

  1. Memiliki biji berkeping dua.
  2. Memiliki akar berbentuk tunggang.
  3. Berdaun lebar, dengan bentuk menjarim dan menyirip.
  4. Bagian batanya memiliki cabang.
  5. Batangnya berkayu dan berkambium.
  6. Memiliki bunga kelipatan 2, 4 ataupun 5 yang tersusun dari kelopak, benang sari, dan mahkota.
  7. Memiliki kambium pada batangnya dengan berkas pengangkut melingkar atau berbentuk cincin.

Dari ciri-ciri tumbuhan dikotil di atas, maka kesimpulanya dikotil adalah tumbuhan yang bijinya berkeping dua, pada umumnya tumbuhan dikotil memiliki bunga, batangnya berkayu dan berakar tunggang. Contoh tumbuhan di kotil yang mudah ditemukan seperti pohon jeruk, mangga, durian atau tanaman kacang polong, kedelai, buncis, dll.

C. Bagian-Bagian Biji Dikotil

Berikut ini bagian-bagian biji dikotil yang harus kamu ketahui, antara lain:

  1. Kulit Biji – Yaitu Bagian yang berada paling luar dan melapisi seluruh permukaan biji.
  2. Pluma – Merupakan dua calon daun atau tunas muda saat biji mulai tumbuh.
  3. Epikotil – Yiatu ruas batang yang letaknya di bawah pluma / diatas bagian hipokotil.
  4. Hipokotil – Bagian pangkal batang / letaknya di bawah Epikotil.
  5. Radikula – Yaitu calon akar yang letaknya pada bagian ujung pangkal batang.
  6. Kotiledon – Yaitu cadangan makanan bagi tunas / tanaman baru.
Bagian Biji Dikotil (Sumber Gambar: kawanalam79.blogspot.com)

D. Struktur Daun Dikotil

a. Epidermis

Bagian ini terletak pada lapisan permukaan dan bawah daun, salah satu fungsinya untuk melindungi sel yang terdapat di dalam dan menjaga daun dari kekeringan sehingga tetap segar, selain itu berfungsi menjaga penguapan, dan sebagai penyimpanan air. Di bagian ini juga terdapat stomata (mulit daun) yang berguna untuk proses fotosintesis. (Baca Juga: Pengertian Fotosintesis Dan Prosesnya).

b. Kutikula

Struktur daun dikotil selanjutnya Kutikula yaitu bagian yang mengandung zat lilin dan memiliki struktur berlapis, letaknya pada bagian permukaan dan bawah daun atau pada bagian terluar sel epidermis, bagian ini juga biasanya terdapat pada batang atau ranting muda. Fungsi lapisan kutikula yaitu untuk mencegah penguapan air pada permukaan daun, menjaga daun supaya tetap basah, melindungi sel-sel fotosintesis, dll.

c. Stomata

Merupakan struktur pada daun yang berupa celah atau lubang, pada umumnya berwarna hijau, dan dibatasi dengan sel yang disebut sel penutup. Jumlah stomata pada daun sangatlah banyak fungsi stomata yaitu untuk mengatur proses fotosintesis dan metabolisme tumbuhan.

d. Rambut dan Kelenjar

Rambut dan kelenjar ada pada bagian epidermis, rambut atau disebut juga dengan Triokma ini berfungsi untuk mengurangi penguapan maupun gangguan mekanik. Adapun pada bagian akar yang berguna untuk penyerapan mineral. Triokma ini hampir ada pada suamua bagian tumbuhan.

e. Mesofil

Merupakan jaringan pada daun letaknya ada dibagian dalam yang terdiri dari sel parenkim. Di dalam mesofil terdapat krorofil yang berguna untuk proses fotosintesis, sel mesofil umumnya berbentuk silinder, tersusun dengan rapat. Karena di dalamnya terdapat krorofil maka fungsi utamanya sebagi tempat terjadinya fotosintesis dan sebagai tempat penyimpanan sementara gas serta mineral pada daun.

f. Urat Daun

Struktur daun dikotil yang bisa dilihat oleh mata yaitu Urat daun yang terletak pada setiap helai daun dan memiliki ciri-ciri tersendiri sesuai bentuk daunnya, misal daun yang menyirip atau menjari maka urat daun akan mengikuti bentuk daunnya. Bagian ini berperan sebagai transportasi zat yang dibutuhkan daun.

Struktur Daun Dikotil (Sumber Gambar: berbagaistruktur.blogspot.com)

E. Struktur Batang Dikotil

a. Epidermis

Bagian ini tersusun dari sel yang rapat, sehingga bagian ini berguna untuk melindungi jaringan pada bagian dalam batang dari gangguan patogen ataupun mekanik. Sedangkan jaringan epidermis pada batang atau ranting muda berguna untuk membantu proses fotosintesis karena terdapat klorofil di bagian dalamnya.

b. Korteks

Struktur batang dikotil selanjutnya yaitu Korteks, bagian ini berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan dan beberapa selnya untuk menguatkan batang tumbuhan. Bagian korteks letaknya berada dekat bagian epidermis. Bagian ini tersusun dari sel kolenkim dan parenkim.

c. Endodermis

Bagian endodermis tersusun oleh selapis sel, bagian ini memisahkan antara korteks dengan Stele (silinder pusat). Pada tumbuhan dikotil endodermis sering disebut juga floeterma karena mengadung butir amilum.

d. Stele

Stele merupakan bagian dari struktur batang  dikotil yang paling dalam disebut juga Silinder Pusat. Stele terbentuk dari jaringan perikambium dan terdapat berkas pengakut. Jaringan prikambium pada tumbuhan dikotil selnya dapat membelah sehingga batang bisa terus melebar / membesar, Karena tumbuha dikotil adalah tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua dan pada umumnya batangnya berkayu, maka batangnya bisa di cangkok untuk di budidayakan. (Baca Juga: Pengertian Budidaya, Manfaatnya Dan Contohnya).

Struktur Batang Dikotil (Sumber gambar: materiipa.com dan dosenbiologi.com)

F. Struktur Akar Dikotil

a. Epidermis

Merupakan bagian terluar akar, pada bagian epidermis ini tumbuh rambut akar yang berfungsi untuk menyerap air dan mineral lainnya dalam tanah.

b. Korteks

Bagian korteks ini tersusun dari sel-sel parenkim dan befungsi juga untuk menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan.

c. Endodermis

Struktur akar tumbuhan dikotil yang di sebut Endodermis ini merupakan jaringan yang memisahkan korteks dan Stele akar, terdiri dari satu lapisan sel tebal dan pada umumnya mengandung zat lilin. Pada bagian ini juga terjadinya pengaturan masuknya air ke dalam jaringan pengangkut.

d. Perisikel

Jaringan ini mermiliki kemampuan membentuk cabang akar, berfungsi juga sebagai penunjang bagi pertumbuhan sekunder maupun akar samping, didalamnya terdapa Xilem dan Folem.

e. Stele

Silinder pusat merupakan bagian terdalam akar tumbuhan, yang berisi jaringan prokambium, pada tumbuhan dikotil berfungsi sebagai jalan untuk larutan.

Akar Tumbuhan Dikotil (Sumber gambar: torajafarmer.wordpress.com)

G. Contoh Tumbuhan Dikotil Berdasarkan Kelompoknya

Adapun beberapa contoh tumbuhan dikotil yang perlu kita ketahui dari beberapa kelompok/ berdasarkan sukunya, misalnya:

a. Jarak – jarakan (Euphorbiaceae)

Merupakan kelompok tumbuhan yang termasuk kedalam getah-getahan, cirinya memiliki batang yang bergetah putih, daun lebar dengan tulang menjari, dan berbuah mengkotak. Tumbuhan Euphorbiaceae bisa kita temukan di sekitar kita terutama di kebun-kebun, contohnya: pohon jarak, ubi kayu, pohon karet, dll.

contoh tumbuhan dikotil pohon karet
Pohon Karet (Sumber Gambar: pixabay.com)

b. Jambu – Jambuan (Myrtaceae)

Kelompok jambu – jambuan termasuk tumbuhan perdu, dengan ciri daun saling berhadapan, memiliki bunga kecil dengan benang sari banyak, dan pada umumnya batang pohon berkayu. Contohnya seperti pohon jambu, cengkeh, kayu putih, dll. Pohon jambu memiliki buah yang bisa di manfaatkan untuk makanan, buah cengkeh berguna untuk minyak cengkeh dan rempah-rempah, sedangkan pohon kayu putih berguna untuk membuat minyak kayu putih.

contoh tumbuhan dikotil cengkeh
Pohon dan Buah Cengkeh (Sumber Gambar: id.m.wikipedia.org)

c. Terong-Terongan (Solanaceae)

Merupakan tumbuhan yang umumnya memiliki bunga berbentuk terompet, berdaun lebar, dan buahnya bernilai ekonomis. Tumbuhan ini tidak berbatang tinggi dan mudah di budidayakan. Beberapa diantaranya seperti tumbuhan tomat, kentang, cabai, terung, tekokak, leunca, kentang, dan lain-lain yang sering dimanfaatkan manusia untuk olahan makanan. Kenapa kentang termasuk dikotil? karena memiliki dua daun lembaga (kotiledon) dan daunnya menyirip atau menjari. Adapula tanaman tembakau yang daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri cerutu.

Tanaman terong contoh tumbuhan dikotil
Tanaman Terong (Sumber gambar: pixabay.com)

d. Polong-polongan (Leguminoceae)

Tumbuhan Polong-polongan merupkan Salah satu contoh tumbuhan dikotil yang jumlahnya sangat besar dan tersebar hampir di seluruh dunia, beberapa diantaranya banyak yang membudidayakan untuk olahan makanan. Tapi tidak semuanya polong-polongan bisa dijadikan olahan makanan, ada juga yang bisa diajadikan sebagai zat pewarna, pupuk, makanan ternak, untuk pengobatan, hingga yang beracun. Contoh tanaman polong-polongan yang sering di tanam di sekitar kita seperti kacang panjang, buncis, kedelai, kacang merah, dll. (Baca Juga: Pengertian Hidroponik, Manfaatnya, dan Contohnya).

Contoh polong-polongan tanaman buncis
Tanaman Kacang Buncis (Sumber gambar: pixabay.com)

Adapun pembagian polong-polongan yangdibagi kedalam 3 jenis yaitu:

  1. Faboide – berbunga seperti kupu-kupu dengan mahkota bunga yang bentuknya tidak sama umunya ada 3 bagian yaitu bendera, sayap, dan lunas. Pada mahkota bagian lunas berguna untuk melindungi benang sari dang putik. Misalnya tumbuhan kacang tanah, kedelai, kacang buncis, kapri, dll.
  2. Caesalpinioideae – tumbuhan polong-polongan jenis ini memiliki bunga yang tersusun tapi tidak berbentuk kseperti kupu-kupu , setiap bunganya memiliki benang saru dan putik cukup panjang. Contohnya kembang sacang, dan kembang merak.
  3. Mimosoideae – Kelompok ini memiliki ciri bunga tersusun majemuk dan berdasar satu bunga sehingga berbentuk seperti bulatan bola bulu. Umumnya tanaman ini berupa petai-petaian. Contohnya pohon jengkol, Petai, Tanaman Saga, dll.

Akhir kata, Jadi yang dimaksud tumbuhan dikotil adalah jenis tumbuhan yang memiliki ciri berbunga dan berbiji keping dua, ciri lainnya seperti berakar tunggang, batang berkayu, daun lebar atau menyirip. Contoh tanyamannya seperti pohon jambu biji, Singkokng, tanaman kacang kedelai, Terung, dan sebagainya, dikotil banyak sekali di sekitar kita, persebarannya hampir di deluruh dunia, terutama yang bisa dikonsumsi orang-orang banyak yang membudidayakannya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sekian penjelasan yang dapat kami berkian, jikaada kesalahan mohon maaf. Cukup sekian dan terimakasih.