Majas Antitesis adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimatnya

Posted on

Inilah contoh majas antitesis yang dilengkapi pengertian dan cirinya secara umum. Gaya bahasa atau majas merupakan cara untuk membuat karya sastra menjadi lebih menarik. Majas sendiri dibagi menjadi empat kelompok diantaranya perbandingan, pertentangan, sindiran dan penegasan. Setiap kelompok memiliki berbagai macam jenis juga, seperti salah satu jenis majas perbandingan yaitu majas antitesis yang sering digunakan baik itu saat kita berdialog maupun pada karya sastra. Majas ini dapat dengan mudah dikenali karena terbentuk dari perpaduan dua kata yang berlawanan. Untuk lebih memahaminya mari kita bahas bersama-sama di bawah ini:

A. Pengertian Majas Antitesis

Yang dimaksud dengan majas antitesis adalah majas yang memiliki perpaduan dua kata yang saling berlawanan dengan sususnan sejajar pada suatu kalimat. Atau dapat diartikan juga merupakan gaya bahasa yang terdiri dari dua kata yang sejajar dimana kata tersebut memiliki arti berlawanan. Dalam kalimatnya terdapat dua kata yang saling berlawanan yang muncul secara bersamaan, sehingga saat pengungkapannya terasa tidak tersirat. Majas ini biasanya digunakan untuk menegaskan suatu maksud yang menentukan suatu keadaan.

Sumber: pxhere.com

Majas antitesis sebenarnya hampir mirip seperti majas paradoks, tapi pada antitesis menggunakan kata yang bermakna saling berlawanan yang tersusun sejajar dan umumnya tidak menggunakan kata sambung, Sedangkan paradoks merupakan majas pertentangan yang menggambarkan suatu hal yang seolah-olah berlawanan tetapi memiliki arti yang menunjukan sebenarnya atau artinya maknanya tidak berlwanan.

Contoh:

B. Ciri-Ciri Majas Antitesis

Adapun ciri-ciri majas antitesis secara umum, diantaranya:

  • Termasuk kedalam majas pertentangan.
  • Pada kalimatnya terdapat dua kata yang bertentangan / memiliki arti yang berlawanan yang ditulis secara berurutan tanpa kata sambung.
  • Umumnya dua kata yang berlawanan tersebut bersifat antonim, atau bisa juga tidak bersifat antonim tapi memiliki arti yang kontras.

C. Contoh Majas Antitesis

Supaya lebih jelas memahaminya, berikut contoh majas antitesis yang dapat dipahami:

  • Sebenarnya naik turunnya iuran BPJS tidak akan terasa berat bagi masyarakat jika pelayanannya semakin di tingkatkan lagi.
  • Perlu kamu ketahui kematian tidak mengenal tua muda.
  • Di bagian depan belakang rumahnya selalu dijaga security dilengkapi dengan anjing penjaga.
  • Dalam berumah tangga suami istri harus saling mengerti dan mendukung satu sama lain jadi jangan mengutamakan ego.
  • Jangan menghitung untung rugi jika kamu membantu seseorang.
  • Menurutku saat ini besar kecilnya IPK tidak terlalu berpengaruh pada kesusksesan seseorang.
  • Besar kecil kebaikan yang kamu perbuat pasti nanti akan ada balasannya.
  • Banyak sedikitnya harta yang kamu miliki tetap saja jangan lupa untuk bersedekah dan saling menolong sesama.
  • Dulu saat aku sekolah, jauh dekat naik kereta api tetap saja hanya membayar tiket 4000 rupiah.

Baca Juga: Majas Alusio: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya.

Baca Juga: Pengertian Gaya Bahasa Atau Majas, Jenisnya dan Contohnya.

Sumber: pxhere.com
  • Sepak bola moderen tidak mengenal istilah tinggi pendeknya pemain.
  • Menurutku Tebal tipisnya suatu buku tidak akan berengaruh terhadap kualitas bacaannya.
  • Lama tidaknya seseorang berbacaran, beleum tentu jadi menikah.
  • Naik turunnya laba bagi seorang pembisnis sudah menjadi hal yang biasa.
  • Mendapat untung rugipun tidak menjadi masalah yang penting kita sudah mencoba untuk berwirausaha.
  • Cerdas tidaknya seorang anak tergantung dari bagaimana orangtua mendidiknya.

Akhir kata, itulah contoh majas antitesis dengan pengertiannya. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat, jika ditemukan kesalahan mohon maaf, sukup sekian dan terimakasih.