Arti Vendor serta Fungsi, Tugas, Tanggung Jawab, dan Jenisnya

Posted on

Memahami arti vendor dilengkapi fungsi, tugas tanggung jawab, dan jenis vendor. Biasanya setiap perusahaan tidak dapat menjalankan bisnisnya sendiri terutama dalam melakukan proses produksi maka disinilah dibutuhkan partner bisnis dengan yang lainnya. Misalnya Perusahaan A dalam proses produksinya memerlukan bahan baku dan untuk memenuhinya membeli dari perusahaan B sehingga saling menguntungkan. Perusahaan penyedia bahan disini disebut sebagai Vendor atau dikenal juga dengan istilah supplier atau distributor. Untuk memahaminya lebih jelas silahkan baca di bawah ini:

A. Apa arti Vendor / Supplier?

Arti vendor adalah Pihak yang menyediakan bahan ataupun jasa untuk memenuhi keperluan bisnis. Atau vendor bisa merupakan suatu perusahaan, lembaga, ataupun perorangan yang menyediakan bahan baku maupun jasa yang dapat diolah kembali untuk kepentingan bisnis. Bahan-bahan yang disediakan oleh pihak vendor sendiri tentu dibutuhkan oleh perusahaan lain terutama untuk proses produksi. Vendor juga tidak hanya menyediakan bahan baku saja, ada juga yang melakukan penyuplaian barang setengah jadi hingga yang menjual jasa yang sangat diperlukan perusahaan.

Contohnya sepeti perusahaan yang ingin memproduksi mesin jahit, tentu untuk membuat suatu mesin jahit dibutuhkan berbagai macam komponen. Misalnya perusahaan tersebut membutuhkan dinamo dengan spesifikasi tertentu, lalu memesan kepada vendor unuk dibuatkan dinamo yang sesuai dengan yang diinginkan.

arti vendor adalah
sumber gambar: www.pixabay.com

Dengan demikian fungsi vendor yaitu untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau perusahaan bahwa barang atupun jasa yang dibutuhkan bisa terpenuhi sebaik mungkin.

B. Tugas sekaligus Tanggung Jawab Vendor

Tugas vendor yang paling utama yaitu memastikan terpenuhinya kebutuhan bisnis perusahaan lain. Adapun tugas lainnya seperti:

  • Produk atau jasa yang dijual kepada pelanggannya telah sesuai yang diinginkan, sehingga tidak menimbulkan rasa kecewa.
  • Berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan proses produksi perusahaan lain sehingga terjalinnya bisnis yang saling menguntungkan.
  • Jika memesan barang harus selalu tepat waktu dalam melakukan pengirimannya sesuai peraturan atau kesepakatan bersama.
  • Tugas Vendor harus selalu berusaham memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya dan memberikan harga yang masuk akal bagi produk atau jasa yang dijualnya.

C. Jenis-Jenis Vendor

Seperti yang telah dibahas di atas bahwa vendor diba gi menjadi 2 macam yaitu yang menjual barang dan jasa, berikut sedikit penjelasannya:

1. Vendor Penyedia Barang

Merupakan pemasok bahan baku untuk membuat suatu produk sehingga yang dijualnya dalam bentuk barang, biasanya yang dipasok berupa bahan mentah hingga barang setengah jadi. Maka Perusahaan lain akan bekerja sama dengan vendor tersebut karena barang yang dipasoknya memang diperlukan untuk proses produksi. Misal perusahaan A menjalankan bisnis dalam membuat furniture rumah, maka memerlukan bahan-bahan seperti kayu, logam, busa, kain, dll. Maka untuk melakukan produksi Perusahaan A membeli bahan-bahan tersebut dari perusahaan B yang menjual bahan baku. Baca Juga: Pengertian Produk dan Contohnya.

2. Vendor Penyedia Jasa

Perusahaan, lembaga, ataupun perorangan yang menjual keahlian untuk perusahaan lain sehingga kebutuhan bisnis perusahaan tersebut terpenuhi. Misal suatu perusahaan akan membuat website untuk memasarkan produknya, maka perusahan tersebut akan mencari lembaga atau seseorang yang memiliki keahlian dalam membuat website tentu nantinya jasa tersebut akan dibayar sesuai dengan kesepakatan. Baca Juga: Pengertian Perusahaan Jasa: Contohnya dan Cirinya.

D. Kesimpulan Pembahasan

Dari pembahasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa arti vendor adalah pihak yang menyediakan bahan baku ataupun jasa untuk kebutuhan bisnis, vendor bisa berupa perusahaan, lembaga, ataupun perorangan.

Vendor sangat dibutuhkan untuk memasok kebutuhan bahan baku demi memenuhi kebutuhan produksi, jika kebutuhan akan bahan ataupun jasa terpenuhi maka bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Tapi jika ada permasalahan pada Vendor maka efeknya akan langsung berakibat pada perusahaan lain yang menjadi rekan bisnisnya. Jadi supaya produksi dapat berjalan dengan baik maka harus memilih vendor yang benar-benar tepat.