Contoh Majas Paradoks beserta: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tujuan Penggunaannya

Posted on

Berikut ini 20 Contoh Majas Paradoks yang dilengkapi pengertian, ciri-ciri, dan tujuan penggunaannya. Orang yang membuat karya sastra tentu akan menggunakan majas supaya karyanya tersebut menjadi lebih dramatis dan gaya bahasa yang digunakan lebih indah, sehingga dapat memberikan kesan kepada para pembacanya. Salah satu jenis majas pertentangan yaitu paradoks yang sering digunakan dalam membuat sebuah karya sastra, tentu kita sering juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa kta sadari. Nah untuk memahaminya lebih lengkap silahkan baca penjelasan dibawah ini.

contoh majas paradoks
Sumber gambar: pexels.com

D. 20 Contoh Majas Paradoks

Di bawah ini dapat kamu pahami beberapa contoh majas paradoks, antara lain:

  1. Hatiku terasa Sepi meski tinggal di kota yang Ramai.
  2. Perkembangan teknologi semakin Maju, tapi nilai moral dan sosial manusia semakin Menurun.
  3. Meski cuaca terlihat mendung seperti akan turun hujan, tapi karena bersamamu hatiku tetap cerah.
  4. Dia memang Kaya Raya, tapi dia Miskin Budi Pekerti.
  5. Aku akan tetap Bertahan dengan dirimu, meski kamu berusaha Meninggalkanku.
  6. Saat ini banyak orang yang Setia pada pasangannya, tapi pada akhirnya selalu di Khianati.
  7. Saat ini banyak gadis yang Cantik rupa, tapi banyak yang berhati Jelek.
  8. Di media sosial banyak yang terlihat Bahagia, tapi pada kenyataannya Merana.
  9. Hatimu boleh saja Panas melihat perlakuannya padamu, tapi fikiranmu harus tetap Dingin untuk menanggapinya.
  10. Dia memang kaya raya, tapi dia tetap hidup sederhana.
  11. Dia memang terlihat Malas ke sekolah, tapi dia Rajin sekali beribadah.
  12. Usianya mungkin sudah tua, tapi jiwanya seperti masih muda.
  13. Internet bisa membuat seseorang menjadi Pintar, tapi bisa juga membuat seseorang terlihat Bodoh dan sok tau tergantung bagaimana menggunakannya.
  14. Meski desa ini dilanda Kekeringan, tapi tanahnya tetap Subur untuk ditanami tanaman.
  15. Anak-anak jaman sekarang memang pintar dan melek teknologi, tapi sikap sopan santunnya menurun terhadap orng yang lebih tua.
  16. Meskipun cara bicaranya kurang sopan, tapi dia memiliki hati yang baik suka menolong orang.
  17. Meskipun sering di khianati pasangannya, dia tetap setia bertahan mencintainya.
  18. Aku menganggapnya sudah seperti pacar, tapi dia masih menganggupku hanya sebatas teman.
  19. Meski dilanda musim kemarau yang cukup panjang, air tanah di desa ini masih banyak.
  20. Kamu masih menaruh perhatian kepada dia, meski dia tidak peduli sedikitpun kepadamu.

Baca Juga: Contoh Majas Ironi serta: pengertian dan Cirinya.

A. Apa Pengertian Majas Paradoks ?

Dari Contoh di atas maka dapat di diambil beberapa penjelasan bahwa Pengertian Majas Paradoks adalah majas yang memiliki kata yang berlawanan tapi artinya benar. Atau Beberapa orang berpendapat bahwa Majas Paradoks yaitu kalimat yang memiliki kata bertentangan tapi menunjukkan artinya sebenarnya, sehingga maknanya sering membuat heran bagi siapa saja yang membaca atau mendengarnya. Kalimatnya selalu menyembunyikan atau menutupi kebenaran yang sebenarnya.

Oarang yang sering membuat karya sastra dengan menggunakan paradoks tujuannya untuk mengekspresikan pendapatnya tentang sesuatu yang disukai maupun yang tidak disukainya, Majas ini sering kita temukan juga di media cetak dan sering juga digunakan untuk membuat argumen supaya lebih bermakna / berkesan bagi pembacanya.

B. Ciri-Ciri Majas Paradoks secara Umum

Adapun ciri-ciri majas paradoks secara umum, antara lain:

a. Memiliki duak konteks berbeda dalam satu kalimat

Dalam kalimatnya paradoks memiliki dua bagian yang berlawanan atau berbeda. Sehingga jika kita hanya membaca apa yang tertulis saja tanpa memahami maksudnya kita akan kesulitan untuk mengelompokan kalimatnya tersebut ke dalam majas pertentangan jenis paradoks.

b. Dua Konteks Berbeda tapi Mengarah pada Satu Kebenaran

Supaya membentuk suatu kalimat paradoks, maka dalam kalimat tersebut harus memiliki keterkaitan antar kata sehingga terbentuk kalimat yang mengarah pada satu kebenaran.

C. Tujuan Penggunaan Majas Paradoks Pada Karya Sastra

Adapun beberapa tujuan penggunaan majas paradoks dalam karya sastra, antara lain:

  1. Berguna untuk mengungkapkan sebuah pendapat/argumen terhadap sesuatu yang memang disukai ataupun tidak disukai.
  2. Digunakan untuk menegur orang lain dengan kesan ternentu.
  3. Berguna untuk memperkaya gaya bahasa, khususnya pada tulisan-tulisan dalam media cetak sepeti majalah, Koran, brosur, dll.
  4. Berguna untuk memberikan kesan dramatis bagi para pembaca karya sastra.

Baca Juga: Pengertian Argumentasi: Ciri, Jenis, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya.

ciri-ciri majas paradoks
Sumber gambar: pexels.com

D. Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan bahwa majas paradoks adalah majas yang mengungkapkan dua hal yang bertentangan, tapi makna keduanya memang benar. Majas jenis ini sering digunakan orang dalam membuat suatu karya sastra dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai hal yang ia sukai ataupun tidak disukainya.

a. Ciri Majas Paradoks yaitu:

  1. Dalam kalimatnya terdapat dua konteks yang berbeda.
  2. Dua konteks yang berbeda mengarah pada satu kebenaran.

b. Contoh majas paradoks:

  1. Hatiku masih terasa sepi meski berada di dalam keramaian.
  2. Dia memang kaya raya, tapi dia tetap hidup sederhana.

Keterangan:

Dari contoh pertama diatas dapat di amati pada dua kata yang bertentangan yaitu “Sepi” Dan “Keramaian”. Dua kata yang bertentangan tersebut menunjukan suatu kebenaran bahwa orang yang merasa kesepian.
Lalu contoh kedua hamper sama dengan kalimat yang pertama, yaitu kata “kaya raya” dan “Sederhana”. Kata tersebut bertentangan tapi menunjukan suatu keadaan yang sebenarnya yaitu hidup sederhana.

Demikian tentang pengertian majas paradoks, yang dilengkapi dengan ciri-ciri, tujuan dan contohnya. Semoga bermanfata dalam menambah wawasan, sekian dan terimakasih.