Pengertian Akomodasi serta: Tujuan dan Jenis-Jenisnya Pada Bidang Sosiologi

By | 19/01/2020

Berikut ini pengertian akomodasi dalam bidang sosiologi beserta tujuan dan bentuk-bentuknya secara umum – Dalam kehidupan ini tentunya kita tidak pernah lepas dari suatu peristiwa terutama perselisihan baik itu antar individu, antar kelompok, ataupun antar individu dengan kelompok. Maka saat terjadi perselisihan tersebut sering digunakan upaya untuk menyelesaikannya, upaya tersebut disebut dengan istilah Akomodasi. Oleh karena itu mari kita pahami secara lebih lengkap di bawah ini.

A. Apa Pengertian Akomodasi ?

Yang dimaksud dengan akomodasi adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau konflik yang di alami oleh dua belah pihak atau lebih sehingga dapat tercapai kondisi yang kondusif. Atau Akomodasi artinya segala cara yang dilakukan untuk meredakan konflik/perselisihan yang dialami oleh beberapa pihak.

Arti Akomodasi juga sering dibagi menjadi dua macam, yang pertama diartikan kepada suatu keadaan, dan yang kedua untuk menunjukan suatu proses pada interaksi antara perorangan maupun kelompok. Akomodasi juga dapat menunjukan usaha manusia untuk meinimalisir konflik atau usaha dalam mencapai ke stabilan.

Perlu diketahui juga bahwa akomodasi tidak selamanya dapat membuahkan hasil dalam menciptakan kondisi yang stabil dalam segala bidang, tapi setidaknya dengan cara ini dapat meminimalkan segala potensi yang bisa saja menjadi konflik yang lebih besar.

Tentunya akomodasi sangat panting sekali terutama untuk mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik dalam masyarakat sehingga benih-benih perselisihan dapat di minimalisir atau dicegah, sehingga dapat mengurangi campurtangan pihak lain yang bisa memperkeruh keadaan suatu masalah.

pengertian dan jenis akomodasi

sumber gambar: pixabay.com

B. Tujuan Akomodasi

Adapun beberapa tujuan akomodasi secara umum antara lain:

  1. Yang paling utama tentu untuk mengurangi konflik atau meminimalisir potensi yang dapat menimbulkan konflik antara perorangan maupun antar kelompok.
  2. Untuk melakukan pencegahan terhadap segala perselisihan yang sewaktu-waktu bisa saja meluas/membesar.
  3. Untuk mewujudkan kerjasama antara individu ataupun antar kelompok yang memang sebelumnya tidak bersatu karena suatu perbedaan.
  4. Menyatukan berbagai kelompok sosial yang memiliki latar berlakang berbeda-beda tetapi memiliki visi yang sama.
  5. Di dalam masyarakat masih banyak jika terjadi berbeda pendapat atau pandangan mengenai suatu hal maka dapat menimbulkan perselisihan, maka akomodasi dapat mengurangi hal tersebut sehingga pertentangan dapat tercegah.
  6. Dapat melebur kelompok-kelompok sosial yang terpisah-pisah karena suatu perbedaan sehingga bersatu.

Baca Juga: Pengertian Diplomasi: Tujuan dan Ruang Lingkupnya.

C. Bentuk-bentuk Akomodasi

Setelah memahami pengertian akomodasi di atas, setelah itu pahami juga bentuk-bentuk akomodasi, antara lain:

a. Koersi

Yaitu suatu cara dalam menyelesaikan konflik dengan paksa dengan kekerasan. Misalnya sekelompok orang yang berdemo dengan cara anarkis, lalu dibubarkan secara paksa, atau bias juga pimpinannya memberikan maklumat bahwa jika berdemo dengan anarkis semua karyawan bakal di berhentikan.

b. Mediasi

Yaitu cara dalam menyelesaikan fonflik dengan pihak ketiga yang netral dan tidak berpihak kepada siapapun. Pihak ketiga tersebut akan menjadi mediator membantu kedua belah pihak yang berselisih dalam perundingan sehingga tercapai kesepakatan dan perdamaian.

c. Kompromi

Yaitu cara untuk menyelesaikan konflik dengan kedua pihak untuk mengurangi segala tuntutannya. Misalnya sekelompok pekerja menuntuk agar upah mereka dinaikan, permintaan tersebut dikabulkan dengan syarat upah dinaikan bebrapa persen saja karena kondisi perusahaan yang belum memungkinkan untuk memenuhu kenaikan upah yang di inginkan para pekerja.

d. Arbitrase

Yaitu salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Metode ini akan memberikan pilihan untuk melanjutkan ke pengadilan, terutama dalam menangani masalah hukum. Untuk melakukan metode Arbitase diperlukan kesepakatan antara kedua belah pihak yang bersengketa dan harus dibuat perjanjian secara tertulis. Proses penyelesaian sengketa umumnya dilakukan dihadapan pihak ketiga, pihak ketiga disebut Arbiter yang mendengarkan berbagai macam keterangan dan bukti dari kedua pihak dan membuat keputusan. Misalnya seorang pimpinan perusahaan yang bersengketa dengan pekerjanya, lalu mengundang pihak ketiga yaitu seseorang dari Dinas Tenaga Kerja untuk membantu menyelesaikan permasalahan.

e. Konsiliasi

Yaitu penyelesaian perselisiahan dengan cara memepertemukan pihak-pihak yang terlibat lalau berusaha mencapai kesepakatan bersama. Cara menyelesaikan perselisihan ini dilakukan oleh orang yang disebut konsiliator yang biasanya terdaftar di kantor instansi yang memang berkepentingan pada bidang tersebut (biasanya bidang ketenagakerjaan). Misalnya terjadinya perubahan jam kerja sehingga timbulah konflik antara jam kerja baru dengan upah yang diterima, lalu dibentuklah tim untuk menangani permasalahan tersebut biasanya dari pihak Dinas Tenaga kerja serta Perwakilan perusahaan dan Para pekerja.

f. Ajudikasi

Yaitu cara menyelesdaikan permasalahan atau sengketa melalui pengadilan sehingga diselesaikan secara langsung dengan hukum dan peraturan undang-uandang.

g. Rekonsiliasi

Yaitu cara dalam menyelesaikan konflik antara beberapa pihak dengan cara kembali kepada kesepakatan awal yang telah disetujui bersama. Misalnya suatu kelompok melakukan rekonsilasi dengan berunding lalu kembali kepada kesepakatan/perjanjian awal pada saat kelompok tersebut di dirikan, sehingga masalah-masalah yang terjadi antar dalam kelompok tersebut dapat terselesaikan..

h. Statemale

Yaitu saat terjadi konflik kedua belah pihak memiliki kekuatan yang seimbang sehingga konflik tersebut berhenti dengan sendirinya. Misalnya meredanya perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

i. Toleransi

Yaitu bentuk dari akomodasi tanpa persetujuan tetapi sifatnya formal atau dapat diartikan juga sebagai sikap saling menghargai, dan menghormati antar kelompok ataupun individu sehingga perselisihan dapat tercegah dan tercipta perdamaian.

j. Subjugasi (Dominasi)

Yaitu dimana saat pihak yang lebih kuat meminta pihak lain harus menaatinya. Misalnya pada saat perang dunia ke dua, peristiwa Amerika menaklukan Jepang dengan cara menjatuhkan bom atom di kota hirosima dan naga saki sehingga Jepang menyerah tanpa syarat.

k. Mayority Rules

Yaitu suatu bentuk akomodasi dimana cara menyelesaikan konfliknya melalui voting atau pemungutan suara. Misalnya menyelesaikan permasalahan untuk mengisi kekosongan jabatan melalui rapat umum lalu diadakan voting memilih seseorang untuk mengisi jabatan tersebut.

Baca Juga: Wawasan Nusantara: Pengertian, Tujuan, Unsur, Fungsi, Kedudukan, Aspeknya dan Implementasinya.

l. Gencatan senjata

Cara ini umumnya saat terjadi peristiwa perang dimana kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan tindakan agresif masing-masing.

m. Eliminasi

Yaitu jenis akomodasi dimana cara menyelesaikan konfliknya dengan cara salah satu pihak yang berselisih harus mengundurkan diri atau mengalah.

n. Integrasi

Yaitu menyelesaikan permasalahan antara beberapa pihak dengan cara berdiskusi hingga mendapat suatu keputusan yang disetujui bagi semua pihak.

o. Konversi

Yaitu penyelesaian masalah dimana salah satu pihak dengan besar hati mengalah dan menerima pendapat dari pihak lain, sehingga permasalahan terselesaikan.

Demikian pembahasan tentang pengertian akomodasi, semoga dapat kamu pahami dan bermanfaat terutama dalam menambah wawasan kamu. Jika ditemukan beberapa kesalahan mohon dimaafkan, sukup sekian dan terimakasih.