Pengertian Sistem Parlementer serta Kekurangan dan Kelebihan Yang Dimilikinya

Posted on

Memahami secara lengkap tentang pengertian sistem parlementer disertai kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Saat ini terdapat beragam sistem pemerintahan yang dianut oleh berbagai macam negara, salah satunya sistem pemerintahan parlementer, yang dimana anggota parlemennya dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum (pemilu).

A. Pengertian Sistem Parlementer

Yang dimaksud dengan Sistem Parlementer adalah suatu sistem pemerintahan suatu negara dimana parlemennya mempunyai peran yang sangat penting / sangat vital dalam pemerintahan tersebut, misalnya memiliki kewenangan untuk mengangkat seorang perdana menteri dan dapat mengganti pemerintahan yang ada dengan cara mengeluarkan semacam mosi karena tidak percaya pada pemerintahan yang sedang berjalan. Sistem pemerintahan parlemen-pun dapat memiliki seorang kepala negara seperti Presiden atau Raja dan seorang Perdana Menteri yang memiliki wewenang dalam menajalankan pemerintahan. Umumnya dalam sistem parlementer seorang Presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja, tapi jika di dalam sistem Presidensial seorang Presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan.

Parlemen sendiri merupakan badan legislatif dimana anggota di dalamnnya dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Pada sistem ini, parlemen fungsinya menitik beratkan kepada sistem suatu negara, akan tetapi tidak banyak ikut campur terhadap jalannya pemerintahan. Walaupun parlemen memiliki wewenang yang begitu vital bagi sistem pemerintahan seperti mengangkat ataupun menurunkan Perdana Menteri tapi parlemen tidak bisa seenaknya menurunkan pimpinan negara. Negara yang menganut sistem parlementer dapat dilihat secara jelas dari kepala pemerintannya yaitu Perdana Menteri. Adapun bebarapa contoh Negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen misalnya: Inggris, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, dan lain-lain. (Baca Juga: Pengertian Sistem Pemerintahan Presidensial dan Ciri-Cirinya).

definisi sistem parlementer
Sumber gambar: pxhere.com

B. Ciri-ciri Sistem Parlementer

Berikut ini ciri-ciri sistem parlementer secara garis besar, antara lain:

a. Badan Legislatif (Parlemen) dipilih secara langsung oleh rakyat

Badan legislatif / parlemen merupakan satu-satunya yang dipilih secara langsung oleh rakyat dengan pemilihan umum. Inililah mengapa parlemen memegang kekuasaan yang begitu vital sehingga berhak menentukan Perdana Mentri untuk menjalankan pemerintahan.

b. Anggota Parlemen berasal dari partai politik

Anggota parlemen terdiri dari orang-orang partai politik yang memenenagkan pemilu. Partai politik yang memenangkan pemilu dengan surara yang besar, tentunya memiliki peluang untuk menjadi mayoritas pemegang kekuasaan di dalam parlemen, intinya partai politik yang memenangkan pemilu dengan suara terbanyak akan menguasai parlemen.

c. Perdana Menteri menjadi pimpinan Kabinet

Pemerintahan atau Kabinet terdiri dari menteri-menteri yang diimpin oleh seorang Perdana Menteri yang dipilih oleh Parlemen untuk menjalanjan pemerintahan sekaligus kekuasaan eksekutif.

d. Perdana Menteri dapat mengangkat ataupun memberhentikan Pejabat

Seorang Perdana Menteri mempunyai hak prerogratif untuk mengangkat ataupun memberhentikan pejabat dan menteri yang memimpin departemen maupun non-depertemen.

e. Kabinet bertanggung jawab pada Parlemen

Kabinet memiliki tanggung jawab kepada parlemen selama kerjanya, Kabinet dapat bertahan selama mendapat dukungan secara mayoritas dari anggota parlemen. Jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan “Mosi Ketidak Percayaan” pada kinerja Kabinet, maka Parlemen dapat menjatuhkan dan membubarkan Kabinet tersebut.

f. Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan

Jadi kepala pemerintahaan bukanlah seorang kepala negara melainkan seorang Perdana Menteri. Jadi dalam sistem ini kepala negara tidak mempunyai kekuasaan atas jalannya pemerintahan, kepala negara umumnya hanya menjadi simbol kedaulatan Negara saja.

g. Presiden atau Raja dapat menjatuhkan Parlemen

Parlemen-pun dapat di bubarkan oleh Presiden atau Raja atas saran dari perdana mentri. Jika hal ini sampai terjadi maka akan diadalkan kembali pemilihan umum untuk membentuk parlemen yang baru.

h. Kepala negara dipilih menurut Undang-Undang

Umumnya Raja atau kepala negara yang menjadi simbol kekuasaan akan dipilih atau di seleksi oleh badan legislatif menurut undang-undang yang berlaku di negara tersebut.

C. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Parlementer

Tentunya setiap sistem pemerintahan yang dianut oleh suatu negara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing termasuk sistem parlemen.

a. Keunggulan / Kelebihan sistem Parlementer

  1. Terjalinnya kerjasama yang erat antara badan eksekutif dan legislatif, hal ini karena sebagian besar menteri yang berada dalam kabinet berasal dari partai yang berkuasa / partai yang memenangkan pemilu, sehingga kabinet jarang terjadi kesulitan dalam mendapatkan dukungan maupun persetujuan dari badan legislatif dalam membuat kebijakan pemerintahan.
  2. Biaya lebih murah maksudnya setelah pemilu partai yang meenang akan membentuk pemerintahan termasuk memulih perdana mentri, oleh karena itu hanya ada satu tingkat pemerintahan sehingga pengeluaran biaya dalam melaksanakan pemilu dan pemerintahan lebih hemat.
  3. Dalam memebuat kebijakan dapat dilakukan secara cepat, hal ini dikarenakan terjadinya keselarasan pendapat antara badan eksekutif dan legislatif.
  4. Jelasnya terhadap tanggung jawab dalam membuat maupun melaksanakan kebijakan publik.
  5. Pengawasan jalannya pemerintahan sangat kuat dari parlemen terhadap kabinet.

(Baca Juga: Pengertian Geopolitik: Konsep, Peranan, dan Contohnya).

b. Kelemahan / Kekurangan sistem Parlementer

  1. Kedudukan kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan dari partai pemenang pemilu/parlemen, sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat di jatuhkan oleh parlemen.
  2. Para menteri sebaian besar merupakan anggota dari partai yang berkuasa jadi mereka akan mendominasi dalam membuat kebijakan, sehingga kurangnya pengawasan atau peran partai oposisi.
  3. Kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak dapat di tentukan masa akhir jabatannya sebaba sewaktu waktu dapat di bubarkan oleh parlemen.
  4. Parlemen dapat dikendalikan oleh kabinet, hal ini bisa terjadi jika mayoritas anggota kabinet berasal dari anggota parlemen dari partai yang memenangkan pemilu, karena pengaruh mereka sangat besar pada parlemen dan juga partai maka anggota kabinet dapat menguasai / mengendalikan parlemen.

Demikian penjelasan mengenai pengertian sistem parlementer, semoga penjelasan ini bermanfaat terutama dalam menambah pengetahuan kamu. Cukup sekian pembahasan dari kami jika terdapat beberapa kesalahan mohon maaf.