Siklus Air Tanah dilengkapi: Pengertian, Gambaran, Manfaat dan Upaya Pelestariannya

Berikut ini pengertian siklus air tanah yang dilengkapi dengan gambaran, manfaat, sumber pencemaran, dan segala upaya pelestariannya yang dapat kita lakukan. Air menjadi komponen yang sangat penting sekali bagi kehidupan, karena setiap makhluk hidup di bumi ini tentunya membutuhkan air bersih untuk kelangsungan hidupnya. Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa sumber air dalam kehidupan, mulai dari sungai, danau, rawa, laut, hingga air yang berada di dalam tanah yang sering digunakan oleh manusia. Tentu air di dalam tanah juga mempunyai siklus, nah… untuk memahaminya silahkan baca penjelasan di bawah ini.

A. Pengertian Siklus Air Tanah

Air tanah terletak di bawah permukaan tanah, lebih tepatnya berada pada zona jenuh air, asal sumbernya dari permukaan tanah yaitu dari air hujan, sungai, danau, dan rawa. Siklus Air tanah adalah proses siklus yang di alami air di dalam tanah dimulai dari air yang berada di permukaan bumi yang bergerak meninggalkan tanah dengan cara menguap karena terpapar cahaya matahari, saat berada di atmosfer uap air berubah menjadi awan, lalu awan mencair dalam bentuk air hujan dan kembali ke permukaan bumi, sebagian air hujan akan meresap kedalam tanah dan sebagian lagi akan ke danau, rawa, sungai hingga kembali ke laut.

Air hujan yang turun ke tanah sebagian akan menyerap kedalam tanah melalui pori-pori tanah dan batuan yang ada di permukaan bumi. Air yang masuk ke dalam tanah disebut juga sebagai Cadangan Air. Di dalam tanah dapat tersimpan banyak cadangan air jika didukung dengan banyaknya daerah resapan air di permukaan misalnya seperti hutan hujan tropis, hutan lindung, taman kota, dll. Seperti vegetasi tanaman di hutan yang dapat membuat struktur tanah menjadi kokoh dan stabil saat turun hujan lebat air tidak langsung kembali ke sungai, danau hingga bermuara ke laut, tapi air dapat terserap dan tersimpan ke dalam tanah karena banyaknya vegetasi tanaman di hutan, sehingga terbentuklah cadangan air dalam tanah.

pengertian siklus air tanah

Gambaran Siklus Air Tanah

B. Gambaran Proses Siklus Air Tanah

  1. Air dari permukaan naik ke udara dalam bentuk uap air karena terpapar cahaya matahari.
  2. Uap Air yang terkumpul di udara berubah menjadi awan, lalu awan mencair dan turun air hujan ke permukaan bumi.
  3. Sebagian air hujan akan meresap kedalam tanah melalui pori-pori tanah sehingga menjadi air tanah, sebagian lagi akan kembali ke sungai, danau, dan laut.
  4. Keberadaan daerah resapan air dan hutan sangat penting bagi cadangan air dalam tanah.

(Baca Juga: Pengertian Siklus Hidrologi: Komponen, Macam-macam, dan Gambarnya).

C. Manfaat Air Tanah

Setelah memahami proses siklus air tanah, maka berikut ini beberapa manfaat air tanah yang bisa kita dapatkan, antara lain:

  1. Berguna untuk kehidupan manusia sebagai ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari (minum, memasak, dan mencuci).
  2. Berguna untuk sebagai ketersediaan air untuk tumbuhan dan hewan.
  3. Sebagai cadangan air bersih secara alami.
  4. Sebagai sumber air untuk tanaman pertanian dan Industri.
  5. Merupakan komponen yang penting pada siklus hidrologi.

D. Sumber Pencemaran Air Tanah

Secara umum pencemaran air bisa diartikan masuknya zat, komponen dan organisme lain kedalam sumber air sehingga kualitas air menjadi menurun dan tidak layak digunakan. Sumber yang menyebabkan pencemaran air dapat dikelompokan menjadi dua macam:

a. Sumber Pencemaran Langsung

Umumnya bersumber dari limbah yang berasal dari pabrik, hingga aktivitas manusia yang dapat mencemari air secara langsung, misalnya seperti membuang sampah ke sungai dan danau, membuang air bekas cucian yang mengandung deterjen ke sungai, dan air tinja yang tidak di kelola dengan baik sehingga menyebabkan pencemaran air tanah, dsb. Dimana semua zat yang berpotensi mencemari air tersebut di buang secara langsung ke sumber air.

b. Sumber Pencemaran Tidak Langsung

Umumnya berupa kontaminan atau zat yang dapat menyebabkan pencemaran air yang tidak secara sengaja terbuang dan tercampur kedalam sumber air sehingga menyebabkan air tercemar hingga tidak layak digunakan.

c. Penebangan Pohon-Pohon di Hutan

Selain pencemaran di atas terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap air tanah seperti penebangan hutan secara liar, pembakaran hutan dengan alasan tertentu (seperti untuk membuka lahan baru). Hal-hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi cadangan dan kualitas air tanah. Saat terjadi hujan akar tanaman akan menyerap sebagian air hujan sehingga air tidak langsung kembali ke sungai, sehingga cadangan air tanah tetap terjaga dan kualitasnya tetap baik.

d. Tanah yang di beton dan di aspal

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang selalu menggunakan aspal dan beton untuk menutupi tanah tentu akan menghalangi daya serap tanah terhadap air hujan, itulah mengapa cadangan air di dalam tanah saat ini semakin berkurang. Oleh karena itu saat kita membangun infrastruktur kita harus membangunnya secara bijak, misalnya dengan membuat sumur resapan khusus untuk air hujan supaya cadangan air di dalam tanah tetap terjaga.

(Baca Juga: Pengertian Pencemaran Air, Sumber, Komponen, Dampak dan Cara Menanggulanginya).

E. Beberapa Upaya Pelestarian Air Tanah

Jika air tanah tercemar dan daerah resapannya semakin berkurang maka akan berakibat terhadap cadangan air di dalam bumi yang semakin berkurang, sehingga sumber air seperti sungai, danau, dan rawa akan mengalami kekeringan terutama saat musim kemarau, hal seperti ini sangat merugikan semua makhluk hidup. Jadi kita sebagai manusia sebagai makhluk yang berakal harus tetap menjaga dan melestarikan sumber-sumber air terutama air tanah. Karena yang sering melakukan kerusakan seperti pencemaran air di bumi ini adalah manusia, jadi manusia harus bertanggung jawab dalam hal ini. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan air tanah, antara lain:

a. Melakukan Reboisasi

Yaitu melakukan penanaman kembali hutan-hutan yang gundul dan daerah yang gersang atau kering. Dengan melakukan reboisasi tentunya cadangan air di dalam tanah bisa di perbaiki dan kualitasnya semakin meningkat. Akar tumbuhan juga dapat masuk ke dalam lapisan tanah dan mengikat butiran-butiran tanah sehingga menyatu serta tekstur tanah semakin kokoh, sehingga bencana longsor dapat tercegah. Haus diketahui juga bahwa Reboisasi bukanlah hal yang mudah, kita juga harus menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam supaya dapat tumbuh dengan subur. (Baca Juga: Pengertian Reboisasi dan Manfaatnya).

b. Hemat Penggunaan Air Tanah

Usahakan untuk menghemat menggunakan air tanah, jadi jangan digunakan secara berlebihan. Jika air tanah terlalu di eksploitasi maka cadangan air dalam tanah dapat berkurang hal ini selain mengakibatkan bisa terjadinya kekeringan dapat berakibat juga terhadap amblesnya / turunnya permukaan tanah.

c. Jangan Membuang Limbah Sembarangan

Limbah dapat mencemari lingkungan terutama berakibat terhadap kualitas air tanah, misalnya air bekas mencuci jika di buang sembarangan akan mencemari lingkungan, lalu air tinja yang tidak di kelola secara baik dapat berakibat buruk terhadap kualitas air. Jika kualitas air menurun akibat pencemaran, air menjadi tidak layak digunakan. Air tanah yang tercemar akan mempengaruhi kesehatan terutama dapat menimbulkan penyakit kulit. 

Akhir kata, demikian pengertian siklus air tanah yang dapat kami jelaskan. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat terutama dalam menambah wawasan. Jika kamu menemukan beberapa kesalahan mohon di maafkan, cukup sekian dan terimakasih.

Tags: Pengertian Umum

Related Post "Siklus Air Tanah dilengkapi: Pengertian, Gambaran, Manfaat dan Upaya Pelestariannya"

Awan Nimbostratus dilengkapi: Pengertian, Dampak, Ciri-Ciri, dan Jenisnya
Inilah pengertian awan nimbostratus yang dilengkapi dengan
Siklus Hidrologi dilengkapi: Pengertian, Komponen, Macam-macam, dan Gambarnya
Inilah pengertian siklus hidrologi (siklus air) yang