Pelapukan Kimia dilengkapi: Pengertian, Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Beberapa Contohnya

Pelapukan kimia merupakan salah satu jenis proses penghancuran yang terjadi pada suatu benda terutama batuan yang ada di bumi ini. Batu yang mengalami proses pelapukan akan menjadi tanah atau bisa juga menjadi jenis batuan baru. Maka untuk memahaminya secara lengkap silahkan baca penjelasan ini.

A. Penjelasan

Pengertian pelapukan kimia adalah terjadinya penghancuran / pelapukan pada suatu benda karena proses atau reaksi kimiawi. Bisa juga diartikan sebagai proses penghancuran pada batuan akibat adanya perubahan kimia terhadap mineral-mineral yang membentuk batuan tersebut, dalam prosesnya melibatkan beberapa unsur yang terdapat di atmosfer dan di permukaan bumi. Struktur mineral batuan akan hancur dan terurai, lalu membentuk mineral baru dengan struktur Kristal baru juga, hingga membentuk batuan dengan komposis kimia dan sifat fisik yang mengalami perubahan.

Salah satu unsur yang berperan penting dalam proses pelapukan kimia yaitu air. Air sebagai media yang mentransport berbagai unsur lain yang ada di atmosfer ke dalam mineral penyusun batuan. Mineral batuan yang diubah oleh air akan bereaksi dengan udara (Oksigen dan Karbondioksida), sehingga mineralnya berubah menjadi larutan, lalu terdapat bagian unsur mineral yang dapat bergabung dan menyatu dengan unsur-unsur lain sehingga membentuk pengkristalan mineral baru.

Air dan udara memiliki peran yang penting pada pelapukan kimia, hal tersebut disebabkan karena air hampir terdapat di semua tempat meskipun itu daerah kering. Kecepatan pelapukan tergantung dari kondisi cuaca, komposisi mineral, ukuran butiran batuan yang mengalami proses pelapukan secara kimia. Keadaan curah hujan dan temperatur suhu pada suatu daerah juga akan mempengaruhi pelapukan. Seperti pelapukan pada batuan akan berjalan secara lambat jika suhu udara kurang dari 30 derajat celcius. Sifat Basa pada mineral akan cepat mengalami pelapukan daripada mineral bersifat asam. Itulah mengapah batu basal akan mengelami pelapukan secara lebih cepat dari batu granit dengan ukuran yang sama.

Baca Juga: Pengertian Pelapukan dan Jenisnya Pada Batuan

Sumber gambar: neededthing.blogspot.com

B. Faktor Yang Mempengaruhi Pelapukan Kimia

Setelah memahami penertian pelapukan kimia, berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi proses pelapukan kimia, antara lain:

a. Komposisi Batuan

Komposisi mineral penyusun batuan berbeda-beda, terdapat mineral batuan yang bereaksi cepat jika terkena dengan air dan gas yang terdapat di permukaan bumi, tapi ada juga yang reaksinya lambat. Jika reaksinya cepat maka batuan akan cepat mengalami pelapukan , jika reaksinya lambat maka batuan akan lambat dalam mengalami pelapukan.

b. Iklim

Iklim dan cuaca sangat berpengaruh terhatap terjadinya proses pelapukan kimia. Iklim basah dan panas seperti hujan tropis akan mempercepat pelapukan pada batuan. Sedangkan pada iklim dingin batuan akan sulit mengalami pelapukan secara kimiawi.

c. Ukuran Batuan

Tentunya ukuran batuan akan mempengaruhi proses pelapukan, batuan yang berukuran kecil akan semakin cepat mengalami prroses pelapukan daripada yang berukuran besar.

d. Vegetasi Tanaman dan Binatang

Vegetasi tanaman dan binatang dapat menghasilkan cairan asam tertentu jika tercampur dengan gas seperti oksigen dan asam arang dapat menyebabkan pelapukan terutama pada batuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa vegetasi tanaman dan binatang dapat mempercepat proses pelapukan secara kimia.

C. Jenis-jenis Pelapukan Kimia

Berikut ini jenis-jenis pelapukan kimia yang harus di ketahui, antara lain:

a. Hidrolisis

Merupakan pelapukan dimana prosesnya mempengaruhi mineral dalam batuan. Air menjadi unsur yang menyebabkan proses penghancuran batuan, dimana air yang terionisasi lalu bereaksi dengan mineral dalam batuan, seperti batu kerikil menyerap air ke dalam struktur kimianya. Terdapat batu krikil / kecil jika menyerap air dengan kadar yang tinggi lalu terionisasi didalamnya batu tersebut akan melunak dan mudah mengalami penghancuran.

b. Karbonasi

Umumnya disebabkan oleh asam karbonat yang terdapat di dalam air lalu bereaksi terhadap batuan sehingga silikat / sifat keras batu menurun dan mudah mengalami penghancuran. Sifat asam ini efektif untuk menurunkan sifat keras pada batu terutama kandungan kapur.

c. Oksidasi

Merupakan reaksi Oksigen dengan material kimia yang terdapat dalam benda seperti besi dan batu. Contohnya karat yang terjadi pada logam besi, hal tersebut merupakan reaksi oksidasi yang semakin lama besi tersebut akan hancur.

d. Hidrasi

Merupakan proses penambahan kandungan air pada mineral dalam batu sehingga dapat terbentuk mineral yang baru. Seperti kandungan Kristal pada batuan yang menyerap air secara berlebih sehingga melunak dan menyebabkan penghancuran.

e. Pelarutan

Merupakan proses pelarutan seperti pada mineral yang mudah larut, misalnya mineral Klasit ( CaCO3 ), dan Dolomit ( CaMg(CO3)2 ) terdapat dalam beberapa jenis batuan yang mudah larut oleh air hujan, selama proses pelapukan akan membentuk komosisi mineral baru.

D. Contoh Pelapukan Kimia

Berikut ini beberapa contoh pelapukan kimia yang dapat ditemukan di sekitar kita, antara lain.

a. Air dan Batu Kapur

Batu kapur atau Gamping merupakan batu bersifat lunak dan akan bereaksi jika terkena air menjadi sangat lunak sehingga mengalami proses penghancuran dengan sendirianya. Batu kapur yang hancur akan larut dan bercampur dalam air dan air menjadi keruh berwarna putih akibat dari penghancuran batu kapur tersebut.

b. Logam Yang Berkarat

Selanjutnya logam besi yang bereaksi dengan oksigen. Kandungan Fe pada besi akan bereaksi dengan Oksigen dan membentuk karat pada bagian luar materialnya, karat tersebut secara terus menerus akan mengalami pelapukan sehingga material besi semakin lama akan semakin berkurang.

pengertian pelapukan kimia

Sumber gambar: pixabay.com

c. Mineral Klasit yang Larut Dengan Asam

Seperti salah satu mineral penyusun batuan yaitu kalsit yang merupakan kalsium karbonat terdiri dari kalsium karbon dan juga oksigen, saat bereaksi dengan asam karbonat maka kalsium karbonat akan berubah menjadi kalsium dan bikarbonat.

Baca Juga: Siklus Batuan: Pengertian, Tahapan Proses, dan Gambar Polanya

E. KesimpulanĀ 

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pelapukan kimia adalah terjadinya penghancuran pada suatu benda karena proses kimiwi. Adapun faktor yang mempengaruhi pelapukan, antara lain: suhu, iklim, ukuran batuan, komposisi batuan, vegetasi tumbuhan dan binatang.
Jenis-jenis pelapukan kimiawi antara lain:

  1. Hidrolisis: Pelapukan yang umumnya disebabkan oleh air yang mempengaruhi mineral dalam batuan, sehingga mengalami proses penghancuran.
  2. Karbonasi: Disebabkan oleh asam karbonat dalam air yang bereaksi pada batuan sehingga silikat / sifat keras batu menurun dan mudah mengalami penghancuran.
  3. Oksidasi: Disebabkan oleh Oksigen yang bereaksi dengan logam besi, sehingga logam besi berkarat dan semakin lama akan hancur.
  4. Hidrasi: Kristal pada batuan menyerap air, sehingga kandungan air pada batuan tersebut bertambah dan mudah mengalami proses penghancuran.
  5. Pelarutan: Merupakan pelarutan mineral pada batuan seperti mineral kalsit yang mudah larut oleh air.

Akhir kata, itulah pengertian pelapukan kimia yang dilengkapi dengan faktor, jenis dan juga beberapa contojnya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan jika ada kesalahan mohon maaf, terimakasih.

Tags: Pengertian Umum

Related Post "Pelapukan Kimia dilengkapi: Pengertian, Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Beberapa Contohnya"

Pengertian PPN beserta: Kategori Barang Mewah dan Cara Menghitung Pajaknya
Bagi sebagian besar warga Indonesia harus mengetahui
Awan Cumulus dilengkapi: Pengertian, Ciri, Proses Terbentuk, dan Jenisnya
Berikut ini pengertian awan cumulus yang dilengkapi
Awan Nimbostratus dilengkapi: Pengertian, Dampak, Ciri-Ciri, dan Jenisnya
Inilah pengertian awan nimbostratus yang dilengkapi dengan